Blogger Widgets EVERYTHING: HABIBIE DAN AINUN .post-body { height:120px; overflow: auto; overflow-x: hidden; margin: 0; padding: 0 10px 0 0;

Welcome To My Blog !!

Friday, 29 March 2013

HABIBIE DAN AINUN


SINOPSIS HABIBIE DAN AINUN
Cerita ini mengisahkan romantisnya percintaan antara sepasang anak manusia, Bacharuddin Jusuf Habibie (Reza Rahadyan) dan Hasri Ainun Habibi (Bunga Citra Lestari). Ainun yang sangat cantik dan menawan membuat banyak pria menyukainya. Pria-pria yang menyukainya bukanlah pria sembarangan.
Titel, gelar, derajat, pangkat yang tinggi dan harta yang berlimpah merupakan bekal mereka untuk menyanjung dan memikat Ainun. Namun, Ainun memang orang yang sederhana, sehingga ia lebih memilih Habibie yang sangat sederhana. Pertemanan di masa kecil menjembatani mereka. Dan sampailah beberapa tahun kemudian, Habibie memberanikan diri untuk menyatakan cinta sekaligus meminang Ainun. Habibie tidak menyatakannya di tempat yang megah dan mewah, justru ia menyatakan niat baiknya di sebuah becak dalam perjalanan pulang ke rumah Ainun sehabis menghadiri sebuah acara. Habibie merupakan laki-laki yang sangat beruntung, karena ia mendapatkan cinta Ainun yang telah menolak begitu banyak pria mapan dan sukses.
Habibie dan Ainun pun menikah pada tanggal 12 Mei 1962 dan Ainun pun dibawa oleh Habibie ke Jerman karena Habibie hendak bekerja dan sekolah lagi di sana. Kehidupan rumah tangga mereka tidak begitu mudah. Mereka merintis kehidupan rumah tangga benar-benar dari bawah. Mereka tinggal di sebuah flat yang sangat kecil dan karena hidup yang pas-pasan. Seketika waktu Habibie terpaksa pulang ke flat-nya dari tempat ia bekerja dengan berjalan kaki di tengah dinginnya salju sampai sepatunya bolong.
Ainun sempat putus asa dengan kehidupan rumah tangganya, tetapi Habibie berjanji pada Ainun bahwa akan mebawa cinta sejatinya pada sebuah kebahagiaan yang dinamainya cahaya. Habibie memang terbukti orang jenius. Ia berhasil meniti karirnya dengan cemerlang di Jerman. Ia memiliki sebuah cita-cita yang tinggi. Ia mau mengabdikan dirinya pada Republik Indonesia yaitu membuat pesawat terbang buatan bangsa sendiri, dan hendak mempersembahkan pesawat tersebut pada cinta sejatinya, Ainun.
Habibi terus berusaha untuk meraih cita-citanya. Tiada lelah, ia membuat pesawat terbang seri N 250 yang diberi nama Gatotkoco. Dan Ainun pun tak kalah lelahnya, terus mendukung suami tercintanya, Habibie. Ia selalu telaten menyiapkan segala keperluan yang dibutuhkan oleh Habibie, walau tatkala mereka bertengkar kecil karena Habibi yang keras kepala terkadang melawan atau tidak mendengarkan perkataan Ainun. Pada tahun 1998, Habibie diangkat menjadi presiden Republik Indonesia menggantikan mantan presiden Soeharto, dan hanya menjabat selama satu tahun. Pekerjaan dan jabatannya sebagai seorang pemimpin Negara menyita waktunya, waktu untuk dirinya sendiri dan bahkan waktu untuk keluarganya. Ainun pun khawatir jikalau suaminya akan jatuh sakit karena kurangnya waktu untuk istirahat, padahal pada saat yang bersamaan Ainun pun sedang sakit.
Ainun tidak mau suaminya menjadi khawatir kepadanya, sehingga Ainun menyembunyikan penyakitnya. Penyakit Ainun pun semakin parah. Seketikanya Habibie tahu bahwa istrinya mengidap penyakit yang cukup kronis, Habibie dengan segera menelepon rumah sakit di Jerman dan segera memboyong istrinya ke Jerman untuk melakukan pengobatan di sana. Ainun mengidap penyakit kanker ovarium/rahim. Dan Ainun pun menjalani operasi yang tidak hanya sekali, tapi sampai sembilan kali. Seorang sahabat Ainun, berkata pada Habibie untuk mempersiapkan pemakaman bagi Ainun, tetapi Habibie marah dan kemudian berkata bahwa istri tercinta belum mati dan ia akan melakukan apapun asal Ainun bertahan.
Pada satu ketika, Habibie melihat ada ketakutan di wajah Ainun, Habibie menanyakan ketakutan apa yang dirasakan oleh istrinya itu. Ketakutan akan segala alat yang melekat pada tubuhnya dan sekeliling ruangannya atau ketakutan akan kesehatan Habibie, dan Ainun pun mengiyakan bahwa ia memang khawatir , takut akan kesehatan Habibie. Segala upaya dan usaha telah dilakukan. Ainun tak lagi sadarkan dirinya. Habibie pun melantukan doanya bagi Ainun, yang pada akhirnya menghantarkan Ainun pada peristirahatan kekalnya. Ainun meninggal dunia di Munchen, Jerman, pada tanggal 22 Mei 2010 dan diterbangkan ke Jakarta pada tanggal 24 Mei 2010 dan di makamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, pada tanggal 25 Mei 2010. Mereka dipisahkan oleh maut. Kisah cinta kurang lebih 48 tahun tidak di nodai oleh pengkhianatan. Kesetiaan senantiasa menyelimuti dan menuntun kisah cinta mereka. Habibie mengatakan bahwa ini hanyalah perpisahan sementara karena Habibie pun nantinya akan kembali bersama dengan Ainun. 

No comments:

Post a Comment